Orang biasanya mengerutkan muka melihat orang lain melamun, dan orang yang kelihatan sering melamun dianggap malas dan tidak punya ambisi. Saya tidak sependapat. Melamun bisa sangat konstruktif.
Isaac Newton pernah ditanya bagaimana dia menemukan Hukum Gravitasi. "Dengan melamunkannya," dia menjawab.
Ada perbedaan yang besar sekali antara melamun dan hanya mengangan-angan. Mengangan-angankan sesuatu adalah mengharapkan keadaan berubah dengan sendirinya, walaupun Anda tidak benar-benar memperhitungkan itu akan terjadi.
Sedangkan melamun adalah membayangkan sesuatu yang ingin Anda miliki atau membayangkan suatu keadaan yang ingin Anda capai.
"Anda hampir selamanya menjadi apa yang Anda pikirkan," kata Emerson. Dengan teguh mempertahankan perhatian pada apa yang Anda inginkan cenderung akan menarik benda itu ke arah Anda.
Ini tidak terjadi secara kebetulan. Tentu saja, itu akan mendatangkan keburukan atau kebaikan bagi Anda. Hasil terakhir akan tergantung pada pilihan pemikiran Anda.
Sayang sekali, melamun jadi termasuk dalam golongan yang tidak disukai karena banyak orang luput melihat fakta yang bahwa itu perlu dilakukan seperti mimpi. Walaupun demikian, kalau orang tetap terbuka terhadap kemungkinan perubahan dalam hidupnya, akan menjadi wajar baginya untuk bertindak dalam cara yang paling baik.
Sementara orang makin tua, harapan untuk perubahan menjadi lebih baik mungkin akan hilang. Melamun jadi lebih terpusat pada masa lalu daripada masa depan, lebih memikirkan "apa yang seharusnya terjadi" dibandingkan dengan apa yang mungkin akan terjadi. Ini merupakan hal yang tragis.
Seseorang menulis lama berselang, "Tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengubur seseorang kalau impiannya yang terakhir adalah mati."
Beberapa orang mengalami perasaan kesia-siaan seperti itu dan yang lain tidak pernah mengalaminya. Usia tidak harus merupakan faktor. Sebagai contoh, seseorang yang kesepian dan tidak punya teman harus memahami bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan.
Langkah pertama yang harus diambilnya adalah memikirkan dirinya sebagai seorang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi oleh orang-orang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi orah orang-orang yang ramah ketika dia sendirian. Perubahan tiba-tiba dalam pemikiran seseorang benar-benar menyebabkan perubahan dalam kesadarannya.
Jika seseorang berubah di dalam batinnya - yang dimulai dengan perubahan dalam pemikirannya - keadaan luarnya pasti berubah. Dia akan segera mendapatkan dirinya jadi terlibat dalam kegiatan yang sama sekali berbeda dengan apa saja yang sebelumnya dilakukannya.
Kalau pandangan seseorang terhadap dirinya rendah, maka pandangan itu harus diubah menjadi lebih tinggi. Ini bisa dilakukan dengan memikirkan segi-segi baik yang dimilikinya dengan menyingkirkan apa yang dianggapnya buruk.
Jangan takut-takut melamunkan masa depan yang lebih bahagia. Kalau seseorang berhenti bermimpi, biasanya itu menunjukkan bahwa dia telah kehilangan pengharapan.
Pada saat itu, terjadilah kemunduran berangsur-angsur dari hidup, mungkin secara tidak disadari, dan peluang untuk meningkat dari eksistensi yang menyedihkan hilang.
Sayang sekali kita tidak diberi indoktrinasi pada usia muda dengan pengetahuan mengenai pentingnya pemikiran kita.
Orang yang kesepian dan tertekan jiwanya melihat ke sekeliling dan berkata, "Tapi memang benar saya tidak punya teman, dan jiwa saya merasa tertekan." Kecuali kalau dia mengubah keyakinannya, tidak ada yang akan berubah.
Seandainya sejak muda dia sudah mengetahui bahwa pemikiran dan sikapnya punya pengaruh langsung yang sangat besar terhadap keadaannya, dia pasti tidak mengalami keadaan yang seperti itu.
Untunglah, kita tidak pernah terlambat. Dengan secara berangsur-angsur membentuk kembali pikiran dan melatihnya untuk memegang teguh apa yang Anda miliki dan Anda inginkan, bukannya mengingat-ingat apa kekurangan Anda, Anda akan bisa mulai membuat perubahan menuju yang lebih baik.
Jangan khawatir kalau semua perubahan ini tidak terbukti dengan seketika. Anda telah menanam benih, dan hanya itulah yang penting. Kalau Anda menanam benih di kebun Anda pasti tidak akan menggalinya beberapa hari kemudian untuk melihat apakah benih itu sudah bersemi.
Ketahuilah bahwa Anda telah menggerakkan suatu kekuatan dan bahwa segala hal yang Anda inginkan sudah ada bagi Anda. (Seorang teman sudah ada sebelum Anda mengenalnya.)
Ini salah satu kutipan yang sangat saya sukai: "Tidak ada hal yang tidak menarik, yang ada hanya orang yang tidak merasa tertarik".
Potensi perhatian, sama seperti potensi kebahagiaan, berada dalam sikap kita terhadap apa yang kita miliki bukannya terhadap apa yang kita tidak punya.
Isaac Newton pernah ditanya bagaimana dia menemukan Hukum Gravitasi. "Dengan melamunkannya," dia menjawab.
Ada perbedaan yang besar sekali antara melamun dan hanya mengangan-angan. Mengangan-angankan sesuatu adalah mengharapkan keadaan berubah dengan sendirinya, walaupun Anda tidak benar-benar memperhitungkan itu akan terjadi.
Sedangkan melamun adalah membayangkan sesuatu yang ingin Anda miliki atau membayangkan suatu keadaan yang ingin Anda capai.
"Anda hampir selamanya menjadi apa yang Anda pikirkan," kata Emerson. Dengan teguh mempertahankan perhatian pada apa yang Anda inginkan cenderung akan menarik benda itu ke arah Anda.
Ini tidak terjadi secara kebetulan. Tentu saja, itu akan mendatangkan keburukan atau kebaikan bagi Anda. Hasil terakhir akan tergantung pada pilihan pemikiran Anda.
Sayang sekali, melamun jadi termasuk dalam golongan yang tidak disukai karena banyak orang luput melihat fakta yang bahwa itu perlu dilakukan seperti mimpi. Walaupun demikian, kalau orang tetap terbuka terhadap kemungkinan perubahan dalam hidupnya, akan menjadi wajar baginya untuk bertindak dalam cara yang paling baik.
Sementara orang makin tua, harapan untuk perubahan menjadi lebih baik mungkin akan hilang. Melamun jadi lebih terpusat pada masa lalu daripada masa depan, lebih memikirkan "apa yang seharusnya terjadi" dibandingkan dengan apa yang mungkin akan terjadi. Ini merupakan hal yang tragis.
Seseorang menulis lama berselang, "Tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengubur seseorang kalau impiannya yang terakhir adalah mati."
Beberapa orang mengalami perasaan kesia-siaan seperti itu dan yang lain tidak pernah mengalaminya. Usia tidak harus merupakan faktor. Sebagai contoh, seseorang yang kesepian dan tidak punya teman harus memahami bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan.
Langkah pertama yang harus diambilnya adalah memikirkan dirinya sebagai seorang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi oleh orang-orang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi orah orang-orang yang ramah ketika dia sendirian. Perubahan tiba-tiba dalam pemikiran seseorang benar-benar menyebabkan perubahan dalam kesadarannya.
Jika seseorang berubah di dalam batinnya - yang dimulai dengan perubahan dalam pemikirannya - keadaan luarnya pasti berubah. Dia akan segera mendapatkan dirinya jadi terlibat dalam kegiatan yang sama sekali berbeda dengan apa saja yang sebelumnya dilakukannya.
Kalau pandangan seseorang terhadap dirinya rendah, maka pandangan itu harus diubah menjadi lebih tinggi. Ini bisa dilakukan dengan memikirkan segi-segi baik yang dimilikinya dengan menyingkirkan apa yang dianggapnya buruk.
Jangan takut-takut melamunkan masa depan yang lebih bahagia. Kalau seseorang berhenti bermimpi, biasanya itu menunjukkan bahwa dia telah kehilangan pengharapan.
Pada saat itu, terjadilah kemunduran berangsur-angsur dari hidup, mungkin secara tidak disadari, dan peluang untuk meningkat dari eksistensi yang menyedihkan hilang.
Sayang sekali kita tidak diberi indoktrinasi pada usia muda dengan pengetahuan mengenai pentingnya pemikiran kita.
Orang yang kesepian dan tertekan jiwanya melihat ke sekeliling dan berkata, "Tapi memang benar saya tidak punya teman, dan jiwa saya merasa tertekan." Kecuali kalau dia mengubah keyakinannya, tidak ada yang akan berubah.
Seandainya sejak muda dia sudah mengetahui bahwa pemikiran dan sikapnya punya pengaruh langsung yang sangat besar terhadap keadaannya, dia pasti tidak mengalami keadaan yang seperti itu.
Untunglah, kita tidak pernah terlambat. Dengan secara berangsur-angsur membentuk kembali pikiran dan melatihnya untuk memegang teguh apa yang Anda miliki dan Anda inginkan, bukannya mengingat-ingat apa kekurangan Anda, Anda akan bisa mulai membuat perubahan menuju yang lebih baik.
Jangan khawatir kalau semua perubahan ini tidak terbukti dengan seketika. Anda telah menanam benih, dan hanya itulah yang penting. Kalau Anda menanam benih di kebun Anda pasti tidak akan menggalinya beberapa hari kemudian untuk melihat apakah benih itu sudah bersemi.
Ketahuilah bahwa Anda telah menggerakkan suatu kekuatan dan bahwa segala hal yang Anda inginkan sudah ada bagi Anda. (Seorang teman sudah ada sebelum Anda mengenalnya.)
Ini salah satu kutipan yang sangat saya sukai: "Tidak ada hal yang tidak menarik, yang ada hanya orang yang tidak merasa tertarik".
Potensi perhatian, sama seperti potensi kebahagiaan, berada dalam sikap kita terhadap apa yang kita miliki bukannya terhadap apa yang kita tidak punya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar