Rabu, 07 September 2011

Kekuatan Kasih

Oleh Dough Hooper (buku : Anda adalah apa yang Anda pikirkan)

Daya yang paling kuat di dunia adalah kasih. Kadang-kadang kekuatannya begitu besar sehingga membuat kita merasa sangat takjub.
     Kasih tidak berhubungan dengan waktu, ruang atau tempat. Pada kenyataannya, manifestasi kasih paling besar yang pernah saya saksikan berada dalam lingkungan yang penuh kebencian.
     Mereka yang berada dalam keadaan yang tidak bahagia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyatakan kasih dibandingkan dengan mereka yang kehidupannya bebas dari masalah. Mungkin inilah hukum Kompensasi.
     Pernah sekali saya bicara dengan sekelompok orangtua yang anaknya punya cacat. Pada sore itu seorang ibu mengatakan bahwa pada mulanya dia terus-menerus mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, " Mengapa ini terjadi terhadap diri saya ?"
     Akhirnya jawaban datang kepadanya, "Supaya Anda mengetahui makna kasih yang sesungguhnya." Orang ini mengalami suatu dimensi kasih yang tidak dimiliki oleh kebanyakan dari kita semua.
     Sedikit keraguan yang pernah saya miliki mengenai kekuatan kasih tiba-tiba lenyap beberapa tahun yang lalu. Ketika itu saya memberikan ceramah di ruang kelas Penjara San Quentin, dan sebuah perdebatan timbul.
     Saya berusaha menanamkan pengertian kepada 75 orang narapidana bahwa kasih lebih kuat daripada kebencian. Tidak ada seorang pun yang sependapat dengan saya.
     Salah seorang narapidana terutama sangat tegas dengan sikapnya yang tidak sependapat. Namanya Norman, dan dia telah menjalani hukuman selama tiga tahun. Istri dan dua orang anaknya tinggal di Seattle, dan dia tidak pernah mendapat surat dari istrinya selama itu.
     Dalam masa itu kebencian dan kekesalan Norman kepada istrinya sangat mengganggu pikirannya, dan dia melewatkan hampir seluruh waktunya ketika jaga untuk merencanakan pembunuhan terhadap istrinya setelah dia dibebaskan.
     Ketika dia mendengar saya mengatakan bahwa kasih begitu kuat sehingga mengatasi waktu dan ruang dia benar-benar tergelitik.
     "Kalau apa yang Anda katakan benar," dia menggeram, "Anda harus bisa menunjukkan kepada saya bagaimana caranya supaya saya mendapat sepucuk surat dari istri saya. Saya tidak pernah mendengar kabar beritanya sejak saya tinggal di sini."
     Orang-orang lainnya terdiam, dan Norman menyerigai dengan sinis sekali. Pada waktu itu saya; menyadari bahwa kalau saya ingin pengajaran saya ada artinya bagi para narapidana, saya harus bisa menghadapi tantangan seperti itu.
     Walaupun demikian, saya juga mujur karena tahu benar bahwa ajaran saya bebas dari kesalahan kalau dipraktekkan.
     "Baiklah, sebelumnya saya akan mengajukan dulu sebuah pertanyaan kepada Anda," saya berkata. "Apakah ada saat ketika Anda dan istri Anda merasa bahagia dan saling mengasihi ?"
     Air muka Norman, yang selama ini selalu memancarkan kebencia, seketika berubah. "Ya," jawabnya, "selama beberapa tahun pertama keadaan kami baik, dan keluarga kami merasa bahagia."
     "Baiklah," saya berkata. "Kalau Anda mau melakukan tepat seperti yang saya katakan, saya yakin Anda akan menerima sepucuk surat dari dia. Selama dua minggu berikutnya setiap pemikiran Anda harus dipusatkan pada saat-saat bahagia itu. Setiap kali Anda memikirkan istri dan anak-anak Anda, Anda harus memikirkan mereka dengan rasa kasih. Tolaklah setiap godaan untuk memikirkan mereka dengan kebencian atau keinginan membalas dendam."
     Norman dengan ogah-ogahan setuju untuk mencoba melakukan eksperimen itu.
     Setelah saya kembali mengunjungi rumah penjara ini dua minggu kemudian, saya hampir-hampir tidak  mengenali Norman. Dia tampak penuh kedamaian, dan kerutan yang selalu tampak pada wajahnya kini telah lenyap. Dia memegangi sepucuk surat.
     Dia mencoba membacakan surat kepada seluruh kelompok, tetapi menjadi terlalu emosional. Dia meminta saya membacakannya, yang saya lakukan dengan susah payah.
     Setelah saya selesai membaca, saya meragukan apakah ada mata yang kering di dalam ruangan, termasuk mata saya sendiri. Saya masih ingat surat itu hampir-hampir kata per kata.
     "Norman tersayang," surat ini dimulai."Kuharap semoga kau mau memaafkanku karena begitu lama aku tidak menulis surat kepadamu. Hal yang aneh terjadi beberapa hari yang lalu. Aku teringat kepada saat-saat bahagia yang kita rasakan bersama, dan aku dikuasai oleh rasa kasih kepadamu. Aku dan anak-anak menginginkan kau kembali dan kami menanti kedatanganmu."
     Belum lama ini saya menerima surat lain dari Don, seorang bekas narapidana yang telah dibesarkan di lingkungan yang penuh kebencian. Dia sekarang sudah bebas selama beberapa tahun dan telah membeli rumah baru bagi keluarganya.
     Dia menulis,
     "Hanya setelah saya kembali memasuki lingkungan saya yang lama dan mencoba menjalin kembali hubungan dengan orang-orang di sekeliling sayalah perubahan pada diri saya mulai terasa. Saya tidak bisa lagi berhubungan dengan bekas teman-teman saya; kami sudah seperti orang-orang asing. Mereka kembali lagi ke kehidupan penuh kejahatan dan saya kembali kepada keluarga saya.
     "Kebencian saya memasukkan saya ke penjara dan lenyapnya kebencian saya menyebabkan saya tetap berada di luar. Aneh sekali bagaimana orang selama hidupnya mencari sesuatu untuk membuat mereka bahagia kalau yang perlu mereka lakukan hanya mengenyahkan perasaan negatif dan mereka menemukan bahwa selama itu kebahagiaan sudah berada di dalam jangkauan mereka.
     "Sekarang saya bisa melihat kebencian pada diri orang lain sama seperti Anda melihatnya pada diri saya beberapa tahun yang lalu di dalam lingkungan dinding Penjara Folsom (California) yang dingin itu. Anda benar ketika Anda mengatakan kepada saya bahwa saya harus memaafkan semua orang dan belajar mengasihi supaya bisa mengatasi kebencian saya."
     "Kita memiliki Iman, Pengharapan dan Kasih. Dan yang terbesar di antara ketiganya adalah Kasih."

Senin, 05 September 2011

Melamun ada Manfaatnya

Orang biasanya mengerutkan muka melihat orang lain melamun, dan orang yang kelihatan sering melamun dianggap malas dan tidak punya ambisi. Saya tidak sependapat. Melamun bisa sangat konstruktif.
     Isaac Newton pernah ditanya bagaimana dia menemukan Hukum Gravitasi. "Dengan melamunkannya," dia menjawab.
     Ada perbedaan yang besar sekali antara melamun dan hanya mengangan-angan. Mengangan-angankan sesuatu adalah mengharapkan keadaan berubah dengan sendirinya, walaupun Anda tidak benar-benar memperhitungkan itu akan terjadi.
     Sedangkan melamun adalah membayangkan sesuatu yang ingin Anda miliki atau membayangkan suatu keadaan yang ingin Anda capai.
     "Anda hampir selamanya menjadi apa yang Anda pikirkan," kata Emerson. Dengan teguh mempertahankan perhatian pada apa yang Anda inginkan cenderung akan menarik benda itu ke arah Anda.
     Ini tidak terjadi secara kebetulan. Tentu saja, itu akan mendatangkan keburukan atau kebaikan bagi Anda. Hasil terakhir akan tergantung pada pilihan pemikiran Anda.
     Sayang sekali, melamun jadi termasuk dalam golongan yang tidak disukai karena banyak orang luput melihat fakta yang bahwa itu perlu dilakukan seperti mimpi. Walaupun demikian, kalau orang tetap terbuka terhadap kemungkinan perubahan dalam hidupnya, akan menjadi wajar baginya untuk bertindak dalam cara yang paling baik.
     Sementara orang makin tua, harapan untuk perubahan menjadi lebih baik mungkin akan hilang. Melamun jadi lebih terpusat pada masa lalu daripada masa depan, lebih memikirkan "apa yang seharusnya terjadi" dibandingkan dengan apa yang mungkin akan terjadi. Ini merupakan hal yang tragis.
     Seseorang menulis lama berselang, "Tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengubur seseorang kalau impiannya yang terakhir adalah mati."
     Beberapa orang mengalami perasaan kesia-siaan seperti itu dan yang lain tidak pernah mengalaminya. Usia tidak harus merupakan faktor. Sebagai contoh, seseorang yang kesepian dan tidak punya teman harus memahami bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan.
     Langkah pertama yang harus diambilnya adalah memikirkan dirinya sebagai seorang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
     Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi oleh orang-orang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
     Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi orah orang-orang yang ramah ketika dia sendirian. Perubahan tiba-tiba dalam pemikiran seseorang benar-benar menyebabkan perubahan dalam kesadarannya.
     Jika seseorang berubah di dalam batinnya - yang dimulai dengan perubahan dalam pemikirannya - keadaan luarnya pasti berubah. Dia akan segera mendapatkan dirinya jadi terlibat dalam kegiatan yang sama sekali berbeda dengan apa saja yang sebelumnya dilakukannya.
     Kalau pandangan seseorang terhadap dirinya rendah, maka pandangan itu harus diubah menjadi lebih tinggi. Ini bisa dilakukan dengan memikirkan segi-segi baik yang dimilikinya dengan menyingkirkan apa yang dianggapnya buruk.
     Jangan takut-takut melamunkan masa depan yang lebih bahagia. Kalau seseorang berhenti bermimpi, biasanya itu menunjukkan bahwa dia telah kehilangan pengharapan.
     Pada saat itu, terjadilah kemunduran berangsur-angsur dari hidup, mungkin secara tidak disadari, dan peluang untuk meningkat dari eksistensi yang menyedihkan hilang.
     Sayang sekali kita tidak diberi indoktrinasi pada usia muda dengan pengetahuan mengenai pentingnya pemikiran kita.
     Orang yang kesepian dan tertekan jiwanya melihat ke sekeliling dan berkata, "Tapi memang benar saya tidak punya teman, dan jiwa saya merasa tertekan." Kecuali kalau dia mengubah keyakinannya, tidak ada yang akan berubah.
     Seandainya sejak muda dia sudah mengetahui bahwa pemikiran dan sikapnya punya pengaruh langsung yang sangat besar terhadap keadaannya, dia pasti tidak mengalami keadaan yang seperti itu.
     Untunglah, kita tidak pernah terlambat. Dengan secara berangsur-angsur membentuk kembali pikiran dan melatihnya untuk memegang teguh apa yang Anda miliki dan Anda inginkan, bukannya mengingat-ingat apa kekurangan Anda, Anda akan bisa mulai membuat perubahan menuju yang lebih baik.
     Jangan khawatir kalau semua perubahan ini tidak terbukti dengan seketika. Anda telah menanam benih, dan hanya itulah yang penting. Kalau Anda menanam benih di kebun Anda pasti tidak akan menggalinya beberapa hari kemudian untuk melihat apakah benih itu sudah bersemi.
     Ketahuilah bahwa Anda telah menggerakkan suatu kekuatan dan bahwa segala hal yang Anda inginkan sudah ada bagi Anda. (Seorang teman sudah ada sebelum Anda mengenalnya.)
     Ini salah satu kutipan yang sangat saya sukai: "Tidak ada hal yang tidak menarik, yang ada hanya orang yang tidak merasa tertarik".
     Potensi perhatian, sama seperti potensi kebahagiaan, berada dalam sikap kita terhadap apa yang kita miliki bukannya terhadap apa yang kita tidak punya.

Melamun Ada Manfaatnya

Orang biasanya mengerutkan muka melihat orang lain melamun, dan orang yang kelihatan sering melamun dianggap malas dan tidak punya ambisi. Saya tidak sependapat. Melamun bisa sangat konstruktif.
     Isaac Newton pernah ditanya bagaimana dia menemukan Hukum Gravitasi. "Dengan melamunkannya," dia menjawab.
     Ada perbedaan yang besar sekali antara melamun dan hanya mengangan-angan. Mengangan-angankan sesuatu adalah mengharapkan keadaan berubah dengan sendirinya, walaupun Anda tidak benar-benar memperhitungkan itu akan terjadi.
     Sedangkan melamun adalah membayangkan sesuatu yang ingin Anda miliki atau membayangkan suatu keadaan yang ingin Anda capai.
     "Anda hampir selamanya menjadi apa yang Anda pikirkan," kata Emerson. Dengan teguh mempertahankan perhatian pada apa yang Anda inginkan cenderung akan menarik benda itu ke arah Anda.
     Ini tidak terjadi secara kebetulan. Tentu saja, itu akan mendatangkan keburukan atau kebaikan bagi Anda. Hasil terakhir akan tergantung pada pilihan pemikiran Anda.
     Sayang sekali, melamun jadi termasuk dalam golongan yang tidak disukai karena banyak orang luput melihat fakta yang bahwa itu perlu dilakukan seperti mimpi. Walaupun demikian, kalau orang tetap terbuka terhadap kemungkinan perubahan dalam hidupnya, akan menjadi wajar baginya untuk bertindak dalam cara yang paling baik.
     Sementara orang makin tua, harapan untuk perubahan menjadi lebih baik mungkin akan hilang. Melamun jadi lebih terpusat pada masa lalu daripada masa depan, lebih memikirkan "apa yang seharusnya terjadi" dibandingkan dengan apa yang mungkin akan terjadi. Ini merupakan hal yang tragis.
     Seseorang menulis lama berselang, "Tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengubur seseorang kalau impiannya yang terakhir adalah mati."
     Beberapa orang mengalami perasaan kesia-siaan seperti itu dan yang lain tidak pernah mengalaminya. Usia tidak harus merupakan faktor. Sebagai contoh, seseorang yang kesepian dan tidak punya teman harus memahami bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan.
     Langkah pertama yang harus diambilnya adalah memikirkan dirinya sebagai seorang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
     Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi oleh orang-orang yang ramah. Penggunaan imajinasi bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
     Dia harus memikirkan dirinya seakan-akan dikelilingi orah orang-orang yang ramah ketika dia sendirian. Perubahan tiba-tiba dalam pemikiran seseorang benar-benar menyebabkan perubahan dalam kesadarannya.
     Jika seseorang berubah di dalam batinnya - yang dimulai dengan perubahan dalam pemikirannya - keadaan luarnya pasti berubah. Dia akan segera mendapatkan dirinya jadi terlibat dalam kegiatan yang sama sekali berbeda dengan apa saja yang sebelumnya dilakukannya.
     Kalau pandangan seseorang terhadap dirinya rendah, maka pandangan itu harus diubah menjadi lebih tinggi. Ini bisa dilakukan dengan memikirkan segi-segi baik yang dimilikinya dengan menyingkirkan apa yang dianggapnya buruk.
     Jangan takut-takut melamunkan masa depan yang lebih bahagia. Kalau seseorang berhenti bermimpi, biasanya itu menunjukkan bahwa dia telah kehilangan pengharapan.
     Pada saat itu, terjadilah kemunduran berangsur-angsur dari hidup, mungkin secara tidak disadari, dan peluang untuk meningkat dari eksistensi yang menyedihkan hilang.
     Sayang sekali kita tidak diberi indoktrinasi pada usia muda dengan pengetahuan mengenai pentingnya pemikiran kita.
     Orang yang kesepian dan tertekan jiwanya melihat ke sekeliling dan berkata, "Tapi memang benar saya tidak punya teman, dan jiwa saya merasa tertekan." Kecuali kalau dia mengubah keyakinannya, tidak ada yang akan berubah.
     Seandainya sejak muda dia sudah mengetahui bahwa pemikiran dan sikapnya punya pengaruh langsung yang sangat besar terhadap keadaannya, dia pasti tidak mengalami keadaan yang seperti itu.
     Untunglah, kita tidak pernah terlambat. Dengan secara berangsur-angsur membentuk kembali pikiran dan melatihnya untuk memegang teguh apa yang Anda miliki dan Anda inginkan, bukannya mengingat-ingat apa kekurangan Anda, Anda akan bisa mulai membuat perubahan menuju yang lebih baik.
     Jangan khawatir kalau semua perubahan ini tidak terbukti dengan seketika. Anda telah menanam benih, dan hanya itulah yang penting. Kalau Anda menanam benih di kebun Anda pasti tidak akan menggalinya beberapa hari kemudian untuk melihat apakah benih itu sudah bersemi.
     Ketahuilah bahwa Anda telah menggerakkan suatu kekuatan dan bahwa segala hal yang Anda inginkan sudah ada bagi Anda. (Seorang teman sudah ada sebelum Anda mengenalnya.)
     Ini salah satu kutipan yang sangat saya sukai: "Tidak ada hal yang tidak menarik, yang ada hanya orang yang tidak merasa tertarik".
     Potensi perhatian, sama seperti potensi kebahagiaan, berada dalam sikap kita terhadap apa yang kita miliki bukannya terhadap apa yang kita tidak punya.

Sumber : dari Buku "Anda Adalah Apa Yang Anda Pikirkan" ditulis oleh Doug Hooper